Pria dalam tulisan

Jiwa menangis, hati meronta dan jatuhmu menjadi lelucon bagi yang lainnya
Sungguh besar hatimu menerima
Kau pupuk rasamu sejak pertama tumbuh, kau simpan ia dalam ruang paling damai yang kau punya
Betapa bahagia engkau..

Janji wanitamu pupus ditengah jalan
Menari bahagia didepanmu bersama jemari lain
Kau saksikan ia dengan segala cerita cintanya
Kau menjerit penuh sakit..

Senyumnya kini menjadi pengalun sendu
Kau diminta nya berlalu..

Akhir waktu menjadi hari hari penuh cambuk
Dia semakin menjatuhkanmu
Memegang asa bersama yang baru
Kau diminta nya berlalu..

Kenapa masih kau diamkan?
Tanyakan padanya "candaan apa ini?"

Kenapa kau biarkan?
Dia meninggalkanmu tanpa santun

Tulusmu berbayar tajam belati
Mati suri

Lupa dia akan kasih
Pernah rela menanti tanpa janji

Tega dia pergi
Mencampakanmu tanpa arti

Comments

Popular posts from this blog

Ingin mengenal PMII ? Simak Fakta Menarik Berikut Ini

Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak selama Masa Pandemi #dirumahaja

Bukan Emot Panda, Aku 15 April yang Sama